Kemegahan Islamic Center Samarinda

Islamic Center Samarinda adalah masjid terbesar dan terbesar di Samarinda. Masjid ini bahkan dinominasikan untuk “Masjid Terbesar” di Asia Tenggara, setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, masjid ini juga memiliki latar belakang yang cukup unik di mana semuanya terletak langsung di tepi Sungai Mahakam, dan ada tujuh menara yang menjulang tinggi, ditambah dengan kubah super besar.

Kemegahan Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda atau yang biasa disingkat MISC adalah masjid dengan banyak nilai sejarah yang juga cukup unik. Dimulai dengan lahan yang digunakan, yang semula merupakan area pengolahan kayu bekas milik PT Inhutani I. 

Belakangan, komunitas Muslim setempat mengajukan permohonan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Timur untuk memberi mereka tempat / tanah untuk dijadikan masjid. gunakan.

Berkat upaya tulus, masyarakat setempat akhirnya menerima tanah resmi lebih dari 70.000 meter persegi, yang kemudian disumbangkan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Timur dan menerima uang dari APBD untuk segera merencanakan pembangunan Masjid Islamic Center. 

Islamic Center Samarinda ini  merupakan sebuah bangunan masjid yang sangat indah, menurut ungkapan dari salah satu pihak Pembuat Kubah Masjid menjelaskan bahwa Islamic Center Samarinda  ini mempunyai Kubah Masjid yang cukup kokoh dan sangat megah,pemilihan bahan enamel ini juga sebuah pilihan yang sangat tepat,yang mana bahan enamel ini merupakan bahan yang sangat umum untuk diaplikasikan pada kubah masjid dengan berbagai model serta desain yang futuristik.

Type kubah semacam ini sangat banyak dipakai oleh beberapa masjid-masjid indah yang lain yang berada di Indonesia. Yang mana kubah jenis Panel enamel ini mempunyai ketahanan yang sangat kuat yakni kuat terhadap kerusakan akibat erosi atau guncangan yang kuat karena gempa.

Dan pada saat itu gubernur yang bertugas adalah Suwarna Abdul Fatah. Dengan tangan dinginnya pada umat Islam yang tinggal di kota Samarinda, masjid Pusat Islam akhirnya dapat dibangun dengan megah dan kokoh.

Proses pembangunan masjid Islamic center samarinda ini sempat juga didukung oleh berbagai macam perusahaan dan juga jasa kontraktor ternama, misalnya PT Anggara Architeam sebagai arsitektur, kemudian ada PT Perkasa Carista Extestika sebagai perencana pembangunan bangunan, maka PT Meco Systech Internusa juga telah ditugaskan ke M&E perencana, dan yang terakhir adalah Biro Arsitektur Ahmad Noeman sebagai perencana estetika. 

Dengan bantuan sekitar 4 perusahaan besar ini, tidak mengherankan jika masjid ini sekarang menjadi masjid yang sangat megah dan indah, bahkan dengan rekor masjid nomor 2 terbesar dan juga terbesar di Asia Tenggara.

Pembangunan masjid Islam dimulai pada 15 Juli 2001, dimulai dengan prosesi peletakan batu fondasi oleh Presiden Megawati Soekarno Putri (Presiden Republik Indonesia tahun itu), dan baru pada tahun 2008, pada waktu itu secara resmi didedikasikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia tahun itu).

Sedangkan untuk bagian Arsitektur, masjid dengan bangunan utama sekitar 43.500 meter persegi, bangunan luar 7.115 meter persegi dan ruang bawah tanah 10.235 meter persegi adalah karya seni yang tak tertandingi.

Lantai dasar masjid akan memiliki luas permukaan maksimum 10.270 meter persegi, maka lantai dasar akan memiliki luas permukaan maksimum 8.185 meter persegi, maka balkon akan mencakup area seluas 5.290 meter persegi. Arsitekturnya mengadopsi arsitektur yang mirip dengan gaya Masjid Nabi serta Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki.

Total menara yang dibangun di sekitar masjid adalah tujuh, menara utama yang masing-masing setinggi 99 meter sesuai dengan filosofi Asma’ul Husna. Pencakar langit juga menempati menara masjid tertinggi di Indonesia sejauh ini.

Di dalam bangunan menara setidaknya ada 15 lantai dengan masing-masing lantai memiliki ketinggian 6 meter. Kemudian tangga untuk naik di antara tingkat ruangan, 33 langkah kekalahan dibangun, yang juga menggunakan filosofi dalam mendistribusikan sepertiga dari jumlah tasbih.

Masjid ini juga memiliki 6 menara, yang lainnya dibangun di sebelah menara utama, empat di antaranya 70 meter dan sisanya 57 meter. 6 menara juga berisi filosofi Five Pillars of Faith, di mana ada 6.

Interior yang dipasang di sekitar masjid juga merupakan inovasi dalam dirinya sendiri dengan lantai berbasis keramik dengan tepi granit yang sangat bagus dan susunan batu alam oster kuning yang rapi. Sedangkan lantai bangunan memiliki 3 tingkat, yaitu ruang bawah tanah, ruang pertemuan dan ruang utama untuk sholat.

Untuk ruang bawah tanah, itu juga digunakan sebagai lantai untuk kendaraan parkir dengan kapasitas sekitar 200 mobil dan dapat menampung sebanyak 130 mesin, serta fasilitas toilet dan penyimpanan air. Kemudian ruang pertemuan disediakan untuk para jamaah yang ingin mengadakan pertemuan / seminar, serta resepsi pernikahan. Yang terakhir, aula doa utama, memiliki kapasitas hingga 20.000 umat.

Lantai masjid terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah di lantai dasar. Berfungsi sebagai area parkir untuk kendaraan dengan kapasitas hingga 200 mobil dan 138 mesin, toilet pria dan wanita untuk jamaah, serta tangki air tanah (GWT) yang bertindak sebagai reservoir air bersih untuk toilet dan mencuci.

Bagian kedua adalah lantai dasar yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 5000 orang. Paling banyak digunakan untuk seminar, resepsi pernikahan, dan tabligh besar. 

Bagian ini juga dilengkapi dengan halaman dalam dan halaman luar yang dapat menampung hingga 10.000 orang. Di bagian ketiga adalah lantai dasar (lantai dua), ruang sholat utama dengan kapasitas untuk peziarah hingga 20.000 orang.

Fasilitas Masjid Islamic Center Samarinda

Fasilitas pendukung bangunan untuk Masjid ICS terdiri dari 2 rumah untuk penjaga masjid, 2 lagi di depan rumah imam, asrama 2 lantai untuk pria dan wanita, masing-masing dengan bangunan serba guna. Ada juga gedung taman kanak-kanak, koperasi, klinik rawat jalan dan bangunan utilitas dengan ruang generator, ruang pompa, ruang PLN, GWT dan tempat sampah.

Ada Taman Kanak-Kanak Internasional, awalnya bangunan ini terdiri dari taman kanak-kanak, kantin dan koperasi. Kemudian posisinya disesuaikan dengan TK Internasional.

Di lobi lantai dasar masjid, pusat Islam juga merupakan salah satu tempat di mana ada drum di mana drum dibuat besar dari sepotong kayu dari hutan Kalimantan yang utuh dan memiliki diameter 180 sentimeter, diameter ini adalah bahkan lebih tinggi dari rata-rata tinggi Indonesia.

Batang kayu yang digunakan untuk membuat drum tampaknya tidak bulat sempurna, jadi ini membuat bubuk ini terlihat sedikit berbeda dan cukup unik. Drum besar ini adalah hadiah dari Bapak H. Suwarna (mantan) Gubernur Kalimantan Timur.

Di belakang drum, model model Pusat Islam Masjid Samarinda juga ditempatkan di meja kaca tebal, yang merupakan salah satu perhatian utama pengunjung ke masjid.

Adapun ketinggian langit-langit masjid, juga ditingkatkan dengan penambahan lampu kuningan. Bahan kuningan yang digunakan dalam lampu gantung juga memberikan sentuhan halus gaya klasik yang dibungkus dengan teknologi modern.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>