Masjid Syaikhona Muhammad Kholil Madura

Namun, menurut berbagai sumber, dinyatakan bahwa pada tahun 1977 angka 1821 ditemukan di satu sisi bangunan masjid. Dari Darisana akhirnya disimpulkan bahwa Masjid Agung Sampang dibangun pada tahun 1821 dengan nama Masjid Jami.

Sumenep, Madura, bisa jadi pilihan untuk liburan Lebaran jika pulang ke Jawa Timur. Jaraknya sekitar 175 kilometer dari Surabaya, atau bisa ditempuh dengan 4 jam perjalanan.

Masjid Syaikhona Muhammad Kholil

Bangunan mihrab akan terhubung ke mimbar, yang terdiri dari tiga lengkungan yang menggambarkan trilogi risalah Islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Secara administratif, Masjid Agung Sumenep tergabung dalam Desa Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Megahnya Kubah Masjid Di Islamic Center Samarinda

Masjid ini seluas 100m x 100m dilengkapi dengan gedung kesekretariatan, gedung pesanggrahan di sebelah kiri dan kanan, blok toilet dan tempat cuci dan tempat parkir. Hingga saat ini, tidak ada yang tahu pasti kapan Masjid Agung Sampang didirikan.

Gerbang Masjid Sumenep Agung benar-benar menarik perhatian karena bentuknya yang begitu besar dan megah. Jangan lupa bahwa masjid awal di negara itu tidak dilengkapi dengan menara.

Akhirnya, Raden Maulana Abdul Kadir, salah satu raja kerajaan Bangkalan, yang dikenal sebagai trengginas di medan perang, meninggal pada hari Kamis di Legi 11 Safar, 1775 Jawa, atau identik dengan 28 Januari 1847 Masehi. Tubuhnya dimakamkan di sebuah kubah besar dengan arsitektur dan konstruksi dengan nuansa Eropa dan Belanda (Islam). Masjid Mihrab Jami Al Amien

Masjid Agung Bangkalan menyandang nama resmi Masjid Agung Sultan Kadirun Bangkalan, dikaitkan dengan nama pendiri, meskipun lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Bangkalan. Model atap telah menjadi salah satu karakteristik gaya arsitektur Jawa karena atap joglo. matamaduranews.com – Masjid Sumenep Jamik dibangun di pemerintahan Panembahan Sumolo, abad ke-18 Masehi

Gerbang utama yang dibangun di masjid ini banyak digunakan di gedung-gedung penting di Cina dan India, di kedua negara gerbang tidak hanya pintu masuk utama tetapi juga sebuah pos penjaga.

Bangunan ini cukup besar dan indah, dengan ruangan di atasnya, mungkin pada waktunya ruang ini adalah tempat untuk menyimpan drum dan kentongan dan di mana muazin menggemakan panggilan untuk berdoa. Jadi masuk akal bahwa ruang di atas gerbang ini berfungsi sebagai menara.

Terkenal karena sejarah Kesultanan Sumenep, ada banyak peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi di kota ini. Berbekal dana Rp 545,5 juta lebih, proses rehabilitasi dan perluasan Masjid Agung Bangkalan akhirnya digulirkan mulai 28 Oktober 1990 hingga 16 April 1991.

Seperti bangunan lain di kompleks itu, bangunan utama masjid melambangkan juga empat pola budaya bangsa, Cina, Arab, Eropa dan Jawa (Mataram).

Bentuk pintu dan relief yang menghiasi dan menghiasi interior masjid lebih didominasi oleh budaya Eropa dan Arab. Atap berbentuk limas adalah ciri khas Masjid Mataraman.

Berdiri teguh dan agung hingga hari ini, pasti untuk menyelamatkan sejarah dan kisah-kisah mistis. Ukiran kayu Jawa di bawah pengaruh budaya yang berbeda menghiasi 10 jendela besar dan 9 pintu.

Pemerintah setempat memberikan perhatian maksimal pada bangunan cagar budaya ini untuk digunakan oleh penduduk. Bahkan dua ikon Sumenep telah menjadi tujuan wisata religi dan budaya-historis di Madura. Kedua bangunan peninggalan dipenuhi dengan jejak akulturasi budaya – Islam, Jawa, Cina, Eropa.

Trengginas yang terkenal di medan perang meninggal pada hari Kamis Legi 11 Safar 1775 pada tahun Jawa, atau 28 Januari 1847 Masehi. Tubuhnya dimakamkan di sebuah kubah besar dengan arsitektur dan konstruksi dengan nuansa Eropa dan Belanda (Islam).

Di belakang masjid besar Bangkalan ia membangun. Panembahan Sumala menunjuk seorang arsitek dari negara Tiongkok, yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai Lauw Piango, untuk mendesain Masjid Sumenep dan Keraton. Masjid dan Istana Sumenep megah dan masih terawat dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *